Selasa, 15 Januari 2019

Renungan Pagi


Rabu, 16 Januari 2019
Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. [2 Samuel 7:25]



Janji-janji Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dibuang seperti kertas sampah; Allah bermaksud agar janji-janji itu dipergunakan. Emas Allah bukanlah seperti uang milik orang kikir, tetapi dicetak justru untuk diperdagangkan. Tiada yang lebih menyenangkan Tuhan kita daripada melihat janji-janji-Nya beredar; Dia rindu melihat anak-anak-Nya membawa janji-janji itu kepada-Nya dan berkata, "Tuhan, lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan." Kita memuliakan Allah ketika kita memohon pelaksanaan janji-Nya. Apakah kaukira Allah akan menjadi lebih miskin setelah memberikanmu kekayaan yang sudah Dia janjikan? Apakah kau bermimpi bahwa kekudusan-Nya akan berkurang setelah memberikanmu kekudusan? Apakah kaubayangkan bahwa Dia menjadi kurang murni karena mencuci dosa-dosamu? Dia sudah berkata, "Marilah, baiklah kita berperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." [Yesaya 1:18] Iman dibangun di atas janji pengampunan, dan iman tidak berlambat-lambat dengan berkata, "Ini adalah sebuah janji yang berharga, apakah pasti benar?" tetapi iman langsung berlari membawa janji itu ke takhta dan memohon, "Tuhan, inilah janji-Mu, 'Lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.'" Dan Tuhan kita menjawab, "Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." [Matius 15:28] Ketika seorang Kristen memegang suatu janji, jika tidak dibawa kepada Allah, ia tidak menghormati Allah; tetapi ketika ia bergegas menuju takhta anugerah dan berseru, "Tuhan, tidak ada alasan untuk mengabulkan permohonanku kecuali ini: 'Engkau sudah mengatakannya;'" maka keinginannya pun akan dikabulkan. Bankir surgawi kita senang mencairkan mata uang-Nya sendiri. Jangan biarkan janji itu berkarat. Hunuslah pedang janji itu keluar dari sarungnya, dan pergunakan kesengitannya secara kudus. Jangan kira Allah bakal kerepotan saat engkau terus-menerus mengingatkan Dia akan janji-janji-Nya. Dia senang mendengar teriakan jiwa-jiwa yang melarat. Kesukaan-Nya adalah meloloskan permohonan-permohonan. Dia lebih siap mendengar kita daripada kita siap memohon kepada-Nya. Matahari tidak bosan bersinar, mata air pun tidak bosan mengalir. Menepati janji-janji-Nya merupakan kodrat Allah; oleh karena itu, sekarang juga pergilah ke takhta dan katakan, "Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu."

____________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar